Terkait dengan persoalan pencopotan umbul-umbul PDI P

Terkait dengan persoalan pencopotan umbul-umbul PDI P

“Sebelumnya dari pengurus PPP audiensi di DPT PDI Perjuangan dengan kesepakatan bagaimana menciptakan suasana kondusif karena di hari Minggu ini ada Harlah. Ya menurut saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa,” tandas Dwi saat dihubungi oleh Tim Tugu Jogja, Minggu (8/1/2022).
Menurut dia, memasuki tahun politik 2023 kali ini menjelang Pilpres 2024 sudah seharusnya tiap pihak menjaga situasi kondusif. Bahkan setiap persoalan menurut dia harus dikomunikasikan tak cuma sekedar pertemuan petinggi partai saja tapi sampai ke tingkat bawah.
“Konflik yang selama ini PDI identik dengan PPP harus segera terkonsolidasi dengan komunikasi tidak hanya di tingkat elit tapi komunikasi sampai kepada tingkatan grassroot. Kalau komunikasi hanya di tingkat elit, grassroot tidak nyambung, pasti akan terjadi hal yang tidak inginkan,” katanya.
Terkait dengan persoalan pencopotan umbul-umbul PDI P yang terjadi sore ini, pihaknya menyebut bahwa partai tidak akan terlalu memperpanjang masalah. Mengingat saat ini fokus utama mereka adalah menangkap suara masyarakat dalam maju i8 Pilpres 2024.
“Kita sudah punya kesepakatan dengan PPP untuk update segala sesuatu yang terjadi. Saya sudah komunikasi dengan pak Yasid (Ketua DPW PPP DIY Muhammad Yazid) bahwa kuncinya komunikasi terus menerus. Cuma menurut saya di tingkat grassroot belum optimal. Maka ke depan mari PDI dan PPP saling komunikasi sampai ke tingkat grassroot,” ajaknya.
“Capek (mengurus setiap masalah). Harus kita pahami kedua belah pihak PPP dan PDI kita (tujuannya) mau meraih suara, simpati masyarakat. Kalau kita mau urus konflik nggak mutu dalam tanda petik begitu kita akan capek. Harus dipahamkan di situs slot pulsa tanpa potongan masyarakat bahwa konflik ini tidak ada gunanya,” ungkapnya.
8 Parpol Kumpul Bahas Penolakan Sistem Proporsional Tertutup, Keroyok PDIP?
Sejumlah pimpinan partai politik berkumpul di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Ada Ketum Parpol, Waketum parpol hingga para Ketua DPP Partai.
Pantauan kumparan, tampak hadir Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Presiden PKS Ahmad Syaikhu. Juga ada Waketum NasDem Ahmad Ali, Sekjen Jhonny G Plate, Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Waketum PAN Viva Yoga, Waketum PPP Amir Uskara, dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
Waketum NasDem Ahmad Ali menyebut salah satu yang dibahas adalah soal polemik sistem Pemilu 2024.
“Salah satu yang ingin dibicarakan, satu soal masalahnya pernyataan ketua KPU tentang proporsional terbuka. Itu menjadi point yang akan kita diskusikan supaya ada pemahaman yang sama,” ujar Ali di Lokasi, Minggu (8/1)
Sebagai background, ada juga bendera Partai Gerindra. Artinya partai tersebut masuk ke kelompok yang menolak proporsional tertutup, meski elite mereka terpantau belum tampak.

Leave a Reply